Visi & Misi RSUD Panyabungan
Home / Artikel / Tips & Fakta Seputar ASI Eksklusif

Tips & Fakta Seputar ASI Eksklusif

Ibu dan bayiKesehatan sangat menentukan kualitas kelangsungan hidup seseorang. Kesehatan seseorang di masa dewasa, sangat ditentukan pada masa , yakni sejak dalam kandungan hingga usia bayi mencapai 2 tahun, yang disebut usia emas atau the golden age. Berikut adalah tips penting merawat seribu hari pertama kehidupan putra-putri Anda:
Selama Hamil
(1) makan makanan beraneka ragam
(2) Memeriksa kehamilan 4 x selama kehamilan, (3) Minum tablet tambah darah, Bayi yang Baru Lahir
(1) Inisiasi Menyusu Dini
(2) Berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan,
(3) Timbang BB bayi secara rutin setiap bulan,

(4) Berikan imunisasi dasar wajib bagi bayi
Pasca 6 Bulan-2 Tahun
(1) Lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun, (2) Berikan MP ASI secara bertahap sejak usia 6 bulan.
6 Fakta tentang Inisiasi Menyusu Dini
bayi menyusuiInisiasi Menyusu Dini atau disingkat IMD adalah usaha mendekatkan bayi yang baru lahir ke dada ibu, sekitar 2-3 jam setelah melahirkan, apabila sang ibu sehat dan normal. Hal ini akan diperoleh keuntungan:
(1) Dada sang ibu akan menghangatkan bayi dengan tepat sehingga bisa menurunkan kematian karena hypothermia.
(2) Meningkatkan oksitosin Ibu dan bayi, sehingga merasa lebih tenang.
(3) Detak jantung dan pernafasan lebih cepat stabil
(4) Memindahkan bakteri kulit ibu ke kulitnya.
(5) Lebih dulu mendapat kolostrum yang kaya antibodi, untuk pertumbuhan usus, ketahanan infeksi, kehidupan bayi .
(6) Kontak kulit ibu–bayi secara dini, segera setelah lahir, lebih berhasil dalam upaya menyusui eksklusif dan bayi lebih lama disusui.
Sayur Daun Katuk

sayur katuk6 Tips Agar ASI Cukup
Untuk mendapatkan ASI cukup, mulailah sejak dini.
(1) Menjaga gaya hidup sehat. Cukup mengkonsumsi makanan bergizi. Jauhi kebiasaan buruk, seperti menu monoton, terlalu banyak menu olahan pabrik. Usahakan tinggal di lingkungan yang bersih dari polusi, dan selalu berada pada kawasan bebas asap rokok. Bila harus melakukan diet, lakukan diet kehamilan yang sehat.
(2) Pilih makanan berkuah dan perbanyak minum air putih. Makan sayuran berkuah dan kaldu 2 mangkuk per hari. Habiskan sayur beserta kuahnya. Imbangi makanan sehat Anda dengan disertai minum air mineral paling tidak 3 liter setiap hari. Jika cairan cukup, maka tubuh akan fit dan mampu menghasilkan ASI yang cukup.
(3) Menyusui secara teratur. Susui bayi sesering mungkin karena isapannya akan merangsang produksi ASI.
(4) Rileks dan istirahat yang cukup. Jika tubuh prima, ibu memiliki energi untuk dapat memproduksi susu dengan baik. Istirahat dan tidur siang akan mengganti energi bila malam harinya kurang tidur. Emosi dan stres saat menyusui, dapat menghambat produksi ASI.
(5) Rajin menyusui di malam hari. Menyusui di malam hari akan meningkatkan hormon prolaktin yang mampu meningkatkan produksi ASI. Biarkan bayi menyusui sepuasnya tanpa perlu dibatasi. Produksi ASI akan seirama dengan kebutuhan bayi. Jika bayi Anda minumnya banyak, otomatis ASI yang keluar juga banyak.
(6) Posisi menyusui yang benar, di antaranya badan bayi menempel dengan badan sang ibu dan dagu bayi melekat pada payudara dan posisi dada juga melekat pada bagian dasar payudara.

Sayur bening daun katuk Sayur santan daun katuk Tumis daun katuk
bayi sehat
6 Tips Sukses Memberi ASI Eksklusif
Kehebatan ASI Eksklusif dalam mendukung tumbuh kembang bayi memang tak ada yang meragukan. Agar sukses memberi ASI Eksklusif selama 6 bulan, berikut 6 kiatnya:
1. Cintai Bayi Sebagai Anugerah Illahi. Tidak semua keluarga mendapatkan tanda cinta berupa momongan. Bila Anda telah memiliki bayi, itu adalah sebuah anugerah luar biasa yang pantas disyukuri. Menyusui anak secara eksklusif dan menyempurnakan hingga 2 tahun akan menyempurnakan rasa syukur tersebut.
2. Percaya Diri dan Motivasi Kuat. Selama 6 bulan pertama, bayi hanya membutuhkan zat-zat gizi yang terkandung di dalam ASI. Keyakinan diri terhadap pemberian Tuhan kepada setiap ibu untuk mampu menyusui adalah motivasi utama. Bangunlah motivasi agar tetap percaya diri dan semakin bersemangat.
3. Dukungan Ayah dan Keluarga. Berdasarkan polling ilmiah terhadap para ibu yang sedang menyusui 80% menyatakan, suami adalah orang yang paling mereka harapkan menjadi penyokong utama sukses menyusui. Sampaikan secara diplomatis, apa yang Anda yakini tentang kebaikan ASI, apabila ada anggota keluarga lain yang membantu merawat bayi namun berbeda kepahaman dengan Anda.
4. Tenangkan Diri di Rumah. Kurangi bepergian bersama bayi Anda selama 6 bulan awal. Di samping mengurangi resiko terhadap bayi, juga tidak akan menyulitkan Anda dalam memberikan ASI Eksklusif. Meski menyusui bayi tidak membutuhkan fasilitas yang mahal, namun hal-hal mendasar patut diperhatikan.
5. Bangun Komunitas Ibu Menyusui. Saling memotivasi sesama ibu menyusui sangat baik untuk membangun semangat. Anda juga dapat menjadi membantu dengan terus memberikan dukungan moril.
6. Simpanlah ASI Perah jika Anda Bekerja. Apabila ibu muda harus bekerja ke kantor, gunakan metode ASI perah. Perahlah ASI Anda dan simpan dalam kulkas. Gunakan ruang laktasi di kantor, di stasiun apabila Anda sedang bepergian. Bila terpaksa lagi, di
kota-kota besar tersedia jasa kurir ASI, bisa menjadi alternatif pilihan Anda.

6 Tips Menyimpan ASI Perah

image031Memiliki simpanan ASI perah seperti memiliki cadangan makanan adik bayi di lemari es. Namun ada hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan ASI perah agar kualitasnya tetap terjaga:
1. Simpan ASI dalam botol dengan ukuran yang proporsional dan steril.
2. ASI perah yang sudah dikeluarkan dari lemari es harus segera dihabiskan, jangan pernah dimasukkan kembali.
3. ASI perah hendaknya menggunakan freezer tersendiri agar dapat bertahan hingga 8 hari, Namun bila disimpan pada lemari es biasa, maksimal 3 jam.
4. ASI perah hanya bisa bertahan 4 jam dalam suhu ruangan. Di ruangan ber-AC, ASI perah bisa bertahan hingga 6 jam.
5. Pada termos es batu, ASI perah bisa bertahan 24 jam, sebelum dipindahkan di lemari es.
6. Cooler box bisa membantu menyimpan ASI perah selama 16 jam.
Selama batas itu, masih cukup aman untuk memberikan ASI pada si kecil.

image038Sumber

http://promkes.depkes.go.id/